Tips Berbicara Dengan Anak Tentang Kesehatan, Keseimbangan dan Kesejahteraan Mental Mereka


Tips Berbicara Dengan Anak Tentang Kesehatan, Keseimbangan dan Kesejahteraan Mental Mereka
Photo by Monstera: https://www.pexels.com/photo/adorable-african-american-kid-with-young-mom-practicing-yoga-in-lotus-pose-7353064/

Berbicara tentang kesehatan mental anak memang tidak mudah selain sangat sensitif, berbicara tentang kesehatan mental anak penuh dengan tantangan. Sebagai orang tua tentu kita ingin memberikan yang terbaik untuk si buah hati dan ingin selalu ada di saat mereka paling membutuhkan kita, akan tetapi kesibukan sehari-hari terkadang menjadi hambatan.


Ketika seorang anak mengalami hal yang tidak menyenangkan di kehidupan mereka baik di sekolah, di lingkungan sekitar rumah atau bahkan di dalam lingkungan keluarga inti sehari-hari, sebagian besar dari mereka cenderung menyembunyikan perasaan mereka sehingga orang tua pun sulit untuk menyadarinya. Tidak semua anak menyembunyikan perasaan mereka dan membuat orang tua lebih mudah untuk mengetahuinya dari awal. 


Jika Ayah dan Bunda memiliki kekhawatiran tentang kesehatan mental si buah hati, jangan khawatir dan jangan panik banyak cara yang dapat membantu mendukung Ayah dan Bunda dalam berbicara dengan anak mengenai kesehatan mental mereka, apa saja tips-tips tersebut? Yuk mari kita baca bersama!




Do research and get advice


Sebelum berbicara langsung ke si buah hati, alangkah baiknya jika Ayah dan Bunda mencari tahu lebih dalam mengenai pemahaman tentang apa itu kesehatan mental dan kesejahteraan anak. Kumpulkan banyak informasi dari beberapa sumber terpercaya seperti komunitas keagamaan, dokter keluarga, komunitas orang tua di lingkungan sekitar maupun  di internet dan lain sebagainya.


Hal ini akan membantu Ayah dan Bunda merasa percaya diri untuk memulai percakapan dan menjawab pertanyaan si buah hati. 


Jika Ayah dan Bunda tidak yakin tentang apa yang harus dilakukan selanjutnya, dapatkan saran dari sumber terpercaya yang mengenal si buah hati secara langsung seperti guru di sekolah jika memungkinkan, atau pelayanan kaum muda di daerah Ayah dan Bunda. Mereka dapat memberikan saran dan informasi mengenai dukungan dan bantuan lebih lanjut yang tersedia di daerah Ayah dan Bunda.


Ciptakan ruang yang aman bagi anak untuk bicara secara terbuka

Tips Berbicara Dengan Anak Tentang Kesehatan, Keseimbangan dan Kesejahteraan Mental Mereka

Poster pola hidup sehat, Sumber : Twinkl


Tempat yang nyaman bagi anak dan bebas dari gangguan luar dapat membantu proses anak untuk bicara terbuka dan mengungkapkan isi hatinya kepada kita. Sebagai contoh, kita bisa memilih ruangan kesukaan anak entah itu di kamar mereka, di ruang keluarga atau mungkin di restoran atau tempat bermain kesukaan anak.



Dengarkan mereka


Terkadang sebagai orang tua merasa paling tahu dan paling paham tentang kehidupan dan tanpa sengaja kita hanya memberikan nasihat tanpa pernah mau mendengarkan pendapat atau keluhan dari si buah hati. Kali ini, beri tahu mereka bahwa ini adalah waktunya bagi mereka untuk berbicara dan Ayah dan Bunda ada di sana hanya untuk mendengarkan mereka.


Terbukalah


Beberapa anak merasa sulit untuk berbicara tentang kesehatan mental dan kesejahteraan mereka. Bersikap terbuka dan mendorong percakapan dengan lembut membantu mereka untuk lebih terbuka. Percakapan tentang topik sehari-hari dapat membuat mereka merasa lebih nyaman dan tentu saja dalam memulai percakapan hendaknya tidak terlalu mendorong dan memaksa.


Jujur


Anak mungkin memiliki pertanyaan tentang kesehatan dan kesejahteraan mental, dan para orang tua mungkin tidak selalu memiliki semua jawaban. Jujur tentang tidak tahu dan menjelajahi beberapa pertanyaan mereka bersama-sama dapat membantu untuk lebih saling mengerti sebagai satu keluarga.


Beri mereka waktumu


Anak mungkin perlu waktu untuk memutuskan apa yang harus dikatakan dan bagaimana mengatakannya. Ingatkan mereka bahwa mereka dapat berbicara dengan Ayah dan Bunda ketika mereka sudah merasa siap dan dengan cara apa pun yang paling cocok untuk mereka seperti: tatap muka, melalui teks atau bahkan dengan cara menggambar atau menulis, mereka dapat mengungkapkan perasaan mereka melalui lembar kerja dari Twinkl di bawah ini:



Jangan khawatir file lembar kerja ini ada di akhir artikel yang bisa Ayah dan Bunda simpan dan print kapan saja.


Yakinkan mereka


Biarkan mereka tahu bahwa Ayah dan Bunda selalu ada untuk mendengarkan dan mendukung mereka. Ayah dan Bunda dapat mencoba menindaklanjuti percakapan dengan komentar yang meyakinkan seperti 'Aku menyayangimu dan tidak ada yang bisa mengubah itu.'

Poster tema kesehatan



Habiskan waktu bersama dan bersenang-senang


Melakukan sesuatu yang menyenangkan dan kreatif bersama, seperti membuat kerajinan tangan bersama, membuat kartu ucapan untuk teman sekolah atau teman dekat, membuat kue atau berjalan-jalan sore, memperbaiki sepeda atau mainan yang rusak, cara ini menciptakan ruang bicara tanpa tekanan dan merupakan kesempatan yang bagus untuk anak memulai percakapan jika mereka  sudah merasa siap.





Ajukan pertanyaan terbuka


Pertanyaan terbuka di sini maksudnya adalah pertanyaan yang jawabannya bukan hanya “ya dan tidak” melainkan pertanyaan yang menggunakan kata tanya bagaimana, apa, mengapa, siapa dan kapan. Seperti misalkan tanyakan bagaimana hari mereka atau apa yang mereka sukai, sehingga mereka bisa mengekspresikan diri dan bercerita sebanyak yang mereka mau.


Sebagai bonus Ayah dan Bunda telah membaca artikel ini, berikut silahkan disimpan dan diprint untuk poster dan lembar kerja gratis:


https://drive.google.com/drive/folders/1fF8L_GRLgQCYZ8szPyyUPhFIzMPc7JB3?usp=sharing


Nah itulah beberapa tips yang Ayah dan Bunda bisa coba untuk memulai percakapan dengan si buah hati tentang perasaan dan kesehatan mental serta kesejahteraan mereka. Semoga bermanfaat!



chairina bawazir
chairina bawazir Lifestyle II Parenting II Travelling II Skincare Lover. For Collaboration or any enquiry please Contact at chairinabawazir@gmail.com

Posting Komentar untuk "Tips Berbicara Dengan Anak Tentang Kesehatan, Keseimbangan dan Kesejahteraan Mental Mereka"