Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

PENGALAMAN HIDUP ADALAH GURU BERHARGA

 Pengalaman Hidup

            Sebelum memutuskan untuk menjadi seorang ibu di usia 22 tahun. Aku adalah seorang perempuan yang cukup senang mencoba hal-hal baru. Apalagi di dunia kerja. Setelah lulus SMA aku memutuskan untuk merantau dan hidup mandiri. 

Aku mulai mencari pekerjaan di berbagai bidang. Mulai dari memasak, garmen, supermarket, took kelontong bahkan profesi sebagai seorang guru pun pernah aku lakoni. Aku memiliki jiwa petualang. Aku suka mencoba hal-hal baru.

 Aku tahu memang tidak mudah mencari pekerjaan saat ini. Aku harus menyiapkan CV puluhan untuk aku siapkan mencari pekerjaan. Tapi sesulit-sulitnya mencari pekerjaan sebagai seorang perempuan lebih mudah untuk mendapatkannya bila dibanding laki-laki. 

Saat bekerja di garmen aku mendapatkan info dari seorang teman. Ketika diterima dan mulai bekerja ternyAta aku tidak bisa bertahan lama. Tuntutan untuk bekerja dalam waktu lama dan hanya berdiri. Membuat fisik aku mudah sekali tumbang. Tak jarang aku harus kehujanan saat pulang waktu malam. Berangkat pagi pulang malam membuat aku tidak kuat dan memutuskan untuk resign.

            Setelah resign aku memutuskan untuk bekerja sebagai seorang guru TK di sekolah yang berada di komplek yang tidak jauh dari rumahku. Meski hanya bekerja 3-4 jam. Ternyata bekerja sebagai guru itu memberikan aku banyak pelajaran. Aku jadi mengerti tentang bagaimana menjadi seorang guru yang disenangi dan pintar mencari perhatian kepada murid.

     Ketika murid bisa memperhatikan kita. Apa yang kita berikan kepada mereka akan mudah diterima. Menjadi guru TK membuat aku seperti belajar menjadi ibu yang baik untuk anak-anak. Meski aku belum menjadi seorang ibu saat itu. 

Tapi setidaknya aku sudah mendapatkan sedikit pelajaran. Bekerja menjadi seorang guru TK sejujurnya masih kurang untuk membiayai kehidupanku. Hingga akhirnya aku men yambi sebagai seorang kasir di toko kelontong. Saat pagi aku mengajar dan saat siang hari aku bekerja di took kelontong. 

Hari-hari sibuk itu cukup menyita banyak waktuku. Dari pagi sampai malam aku harus bekerja. Bulan pertama semua berjalan lancar. Tapi di saat bulan kedua semua tidak bisa berjalan seperti biasanya. Pada saat itu aku dihadapkan pada 2 pilihan.

     Di tempat kerja ku sebagai kasir mereka memberikan pilihan untuk tetap bekerja sebagai kasir tapi melepaskan kerjaanku sebagai guru atau sebaliknya. Dengan alasan mereka tidak mau aku bekerja tidak maksimal. Dengan 2 pilihan itu jujur aku merasa berat. Hingga akhirnya aku merelakan kedua-duanya. Aku memutuskan untuk resign dari 2 pekerjaan itu dan mencari pekerjaan baru.

            Call service. Yaa ini pekerjaan baru ku sekarang. Setelah hampir sebulan dari penerimaan karyawan baru di sebuah restoran. Aku salah seorang yang beruntung karena mendapatkan kesempatan itu. Setelah penerimaan karyawan kita sebagai karyawan baru diberikan pengetahuan dasar tentang semua yang berhubungan dengan restoran. 

    Mulai dari pengenalan produk, job desk, bahkan sampai makeup class kita diajarkan. Sebagai penunjang penampilan bekerja di restoran. Semua orang pasti setuju. Penampilan menjadi salah satu hal yang penting di dunia restoran. Semua karyawan terutama perempuan dituntut tampil bersih dan menarik.

            Banyak sekali kenangan yang aku punya dari bekerja di restoran ini. Mulai dari cinta monyet. Sampai yang beneran cinta dan ingin serius. Saat itu aku hanya focus untuk bekerja sehingga tidak terlalu memperdulikan semua yang berhubungan dengan perasaan. 

Bahkan ada salah seorang customer yang diam-diam ternyata memperhatikan aku hingga akhirnya ngajak berkenalan. Awalnya aku piker hanya sebagai teman. Tapi ternyata tidak. Dia memiliki perasaan dan ingin ngajak serius. Beberapa kali ngajak jalan dan ngobrol bareng. Hingga akhirnya dia ngajak serius. 

Tapi hatiku tidak bisa juga menerima karena memang tidak ada fell yang aku rasakan. Aku hanya menganggapnya sebagai teman biasa. Hingga aku memutuskan untuk resign dari pekerjaan agar tidak berhubungan dan membuang semua kenangan yang pernah terjadi di tempat kerjaku.

            Lagi-lagi aku berkenalan dengan seorang sahabat ku yang juga sama-sama sedang mencari pekerjaan. Kali ini pilihanku jatuh ke minimarket yang kebetulan sedang membuka lowongan pekerjaan dan jaraknya pun tidak jauh dari rumah. Hanya sekitar 1 KM. setelah membawa CV dan memakai pakaian khas pencari kerja dan pegawai baru yaitu hitam putih. 

    Aku bersama temanku memberikan CV dan langsung menunggu giliran wawancara yang saat itu langsung dilakukan tanpa nunggu di terima. Jadi setelah memberikan CV dan melakukan interview baru kemudian akan di telpon untuk hasil seleksinya. Tak sampai 1 bulan aku mendapatkan kabar lewat telepon yang mengatakan bahwa aku lulus dan bisa mengikuti pelatihan selama 1 bulan. 

    Akhirnya aku bersiap dan membawa segala perlengkapan untuk melakukan pelatihan selama 1 bulan. Kami disediakan mes khusus perempuan untuk tempat tinggal. Jadi semua karyawan baru yang di terima kerja sama-sama melakukan pelatihan. Di mes ini aku cukup happy karena banyak kenal teman-teman baru. Saat malam kadang kami keluar untuk mencari makanan yang berada dekat dengan tempat mes.

            Satu bulan selesai melakukan pelatihan kini saatnya pengumuman dan penempatan wilayah kerja yang sesuai dengan domisili atau tempat-tempat yang memang membutuhkan karyawan. Saat itu kebetulan aku pun mendapatkan kerja di lokasi yang tidak jauh dari rumah. 

    Kemudian aku bergegas dan mempersiapkan semua tas aku untuk pindah dan di antar langsung ke tempat aku bekerja. Hari pertama kedatangan aku masih dibebaskan untuk bekerja dan hanya sekedar pengenalan. Dan mencari tempat kos yang jaraknya sangat dekat tidak dari tempat bekerja. Hanya sekitar 300 meter. Setelah mencari kos dan mulai beres-beres. 

    Keesokan harinya aku mulai bekerja dan pengenalan dengan karyawan-karyawan yang sudah lama bekerja. Bersyukur aku mengenal mereka semua. Bos yang baik hati dan teman-teman baru yang asik-asik. Beberapa bulan aku disana banyak sekali kenangan indah yang aku punya. Mereka teman rasa saudara. Ketika aku tidak masuk karena sakit mereka terkadang berkunjung sambil membawakan aku sarapan. Semua kenangan itu masih ku ingat sampai sekarang. 

    Sesekali kita jalan-jalan bareng untuk sekedar menghilangkan lelah dan bosan bekerja. Dengan ngobrol dan bercerita bersama. Tentang segala hal. Aku bahagia bisa mengenal mereka dan pernah bersama. Meski semua tidak juga bertahan lama. Tidak sampai 1 tahun aku resign juga karena aku sakit dan butuh bedrest beberapa bulan. 

    Sebenarnya teman-teman menahan untuk aku berhenti. Tapi aku bersikeras tetap resign karena merasa tidak enak kalau aku harus izin lama. Aku tidak enak dengan teman-teman yang lain. Kehidupan ku sebagai anak kos membuat aku kurang menjaga asupan dan lebih sering jajan dan makan di luar membuat ku kurang memperhatikan kebersihan makanan yang aku konsumsi.

     Itulah salah satu penyebab aku mengalami sakit. Aku berobat dan kuncinya hanya 2 yaitu menjaga makanan dan istirahat yang cukup. Dengan 2 pertimbangan itu akhirnya kau resign. Aku lebih memikirkan kesehatan daripada pekerjaanku. Karena pekerjaan masih bisa aku cari dan banyak dimana-mana selama aku berusaha. Sedangkan kesehatan adalah sesuatu yang sangat bernilai dan yang namanya SAKIT ITU MAHAL.
chairina bawazir
chairina bawazir Assalamu'alaikum Hello everyone ! Aku rina. Ibu 2 anak yang hobi berbagi cerita dan sharing seputar pengalaman.

1 komentar untuk "PENGALAMAN HIDUP ADALAH GURU BERHARGA"

  1. Bener nih mbak Rin, seburuk apapun pengalaman hidup kita, pasti selalu ada hikmah di baliknya. Semoga kita selalu sehat dan selalu dalam lindunganNya ya mbak, aamiin..

    BalasHapus

Berlangganan via Email