Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

BAGAIMANA POLA ASUH YANG TERBAIK ?



Siapa yang bertanggungjawab dalam proses pengasuhan ?

Ada kalanya sebagai seorang ibu kita tidak mampu dan tidak memungkinkan untuk mengerjakan semua pekerjaan domestik dan pengasuhan anak secara sendiri. akhirnya kita mendedikasi pengasuhan anak ini kepada baby sitter.

memangnya tidak boleh ? boleh aja kok menurutku.

tapi......... eh kok pake tapi segala ? iya dong karena ketika kita mendedikasikannya kepada baby sitter ataupun mba yang mengurus rumah. bukan berarti kita lepas tanggung jawab dan tidak lagi peduli dengan urusan yang sudah di pegang orang lain ya.


Jadilah Ibu bahagia dengan pola asuh terbaik

Menjadi ibu yang bahagia tidak terlepas dari pola asuh terbaik. yaitu pola asuh yang “versi kita.” versi ibu masing-masing. karena tiap anak tentu tidak sama. tiap anak itu untuk punya karakter yang berbeda-beda. kita tidak bisa memberikan sentuhan pola asuh yang sama. seperti pola asuh anak ku belum tentu sama untuk di terapkan di orang lain.


Contoh Pola Asuh dalam Islam

Lalu kita harus mencontoh siapa dalam pola asuh ? contoh terbaik adalah dengan melihat Rosulullah dan para sahabatnya dalam mendidik anak-anaknya. Bagaimana Khadijah RA merawat anaknya.

Bagaimana Abu bakar merawat anak-anaknya hingga menjadi anak yang solehah.  Cari fakta ilmiah tentang pengasuhan. Tentang pola asuh secara islam. Pola asuh terbaik bisa kita contoh melalui orang-orang termulia zaman dahulu. 


Mengapa Pola Asuh begitu penting ?

Pola asuh tentu sangat penting. karena dari pola asuh ini lah pribadi dan jati diri anak akan terbentuk. memang. bukan karena pola asuh saja. karena ada lingkungan dan teman seklelilingnya tentu akan berpengaruh juga.

Pertama kali yang perlu kita tanamkan dalam kehidupan anak adalah :

  • tentang keimanannya. Menanamkan nilai-nilai islam sejak dalam kandungan. Sering Memperdengarkan ayat suci qur’an agar kelak anak terbiasa dengan lantunan ayat suci. Anak sangat mudah sekali mencerna apa yang kita utarakan kepadanya. Meski terlihat seperti tidak memperhatikan. Padahal mereka itu seperti mesin fotokopi yang mudah sekali.
  • Tentang prinsip hidup nya
  • tentang Kemandiriannya
  • Tentang Kedewasaannya
  • Tentang kepribadiaannya.

Semua itu bisa kita ajarkan kepada anak-anak kita sejak dini. karena seperti yang kita tahu. anak itu seperti mesin fotokopi yang sangat mudah meniru apa yang kita ajarkan kepada mereka.

meski kadang ketika kita sedang memberikan insight positif kepada anak, mereka "seperti" tidak memperdulikan kita ya. padahal pada kenyataannya mereka ini merekam apa yang sedang kita ucapkan.

Satu hal yang juga tak kalah penting dalam proses pengasuhan adalah dengan memeberikannya contoh bukan memerintah. misalnya kita ingin menamakan ke anak rapih itu baik dan indah. maka, kita sendiri yang harus mulai memberi contoh ke anak. misalnya merapihkan main bersama anak.

melakukannya pun tidak cukup hanya sekali. tapi harus secara kontinyu ( terus menerus ) tentu tidak mudah dan butuh kesabaran. tapi, pada akhirnya semua akan berbuah manis. 

pada artikel berikutnya insyaAllah aku akan memberikan poin-poin apa saja yang tidak boleh kita lakukan dalam proses pengasuhan. dan semua itu merujuk pada buku parenting yang insyaallah kita butuhkan untuk menambah referensi kita dalam pengasuhan.

Belajar bersama salah satunya dengan sharing seperti ini akan lebih mudah untuk mendapatkan insight positifnya. tanpa merasa paling tahu. akan dengan senang hati bila teman-teman bisa memberikan pesan kesan dan juga masukan yang membangun untuk aku. silahkan berkomentar secara bijak. see you
chairina bawazir
chairina bawazir Assalamu'alaikum Hello everyone ! Aku rina. Ibu 2 anak yang hobi berbagi cerita dan sharing seputar pengalaman.

13 komentar untuk "BAGAIMANA POLA ASUH YANG TERBAIK ?"

  1. Kalau aku dulu waktu kecil, begitu mamaku pulang kantor, otomatis aku bakal langsung dipegang lagi sama mama, bukan sama pengasuh. Karena pengasuh ya sekadar membantu menjaga

    BalasHapus
  2. Noted! mbak rina, teladan yang utama ya mbak rin. Saya juga sampai saat ini sudah beranak 3 juga masih belajar untuk terus memberikan teladan yang baik untuk anak² saya

    BalasHapus
  3. karena ini kan berkaitan dengan kedewasaan, kemandirian dan gimana problem solving di masa depannya ya mba Rin, makasih buat sharingnya

    BalasHapus
  4. Betul banget kak musti sejak dini kita tanamkan kepada anak-anak ttg keimanan dan juga hal hal baik membiasakan anak anak hidupnya rapi dan teratur, kitanya musti kasi contoh
    Kadang saya yang masih belum bisa kasi contoh yg baik

    BalasHapus
  5. Benar sekali mom, mendidik anak harus dengan contoh. Dalam hal belajar saat saya kecil belajar bisa sampai nangis karena belum lancar baca dan wajib belajar jam 8-9 malam, saat tidak ada orang tua yang mengawasi pasti tidak belajar. Sekarang saya menerapkan ke anak bebas mau belajar atau tidak, tapi harus di pertanggung jawabkan nilai harus baik. Hasilnya nilai saya jauh berbeda dengan anak sekarang.

    BalasHapus
  6. Sebagai new mom saya masih perlu banyak belajar nih mba dalam pola mengasuh sikecil. Sejauh ini saya selalu berusaha jadi contoh yang baik buat anak.

    BalasHapus
  7. Yes. Anak saya juga lagi dimasa suka meniru, baik ucapan maupun perilaku. Daya rekamnya semakin baik, jadi harus ditunjang dengan perilaku kita orang tua yang baik pula.

    BalasHapus
  8. Wah mbak aku jadi pengen tau lebih dalam bagaimana pola asuh yang diterapkan Abu Bakar dan Bunda Khadijah. Bahas dong kapan2 ☺️

    BalasHapus
  9. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  10. Jadi orang tua itu sangat menantang ya butuh pembelajaran khususnya mengenai pola asuh anak.

    BalasHapus
  11. Bagi keluarga muslim, pola asuh yang dicontohkan Rasulullah memang yang terbaik :)

    BalasHapus
  12. Pola asuh setiap orang tua berbeda namun ketika kita fokus dengan kasih maka semua pola asuh berjalan dengan baik.

    BalasHapus
  13. Anak-anak adalah peniru. Jadi wajib banget ya orang tua memberi teladan sehingga anak-anak mudah menerapkannya

    BalasHapus

Berlangganan via Email