Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

MEMAKSA DARI DUA SISI

BISA KARENA TERBIASA. 

Terkadang sesuatu itu memang perlu dipaksa agar terbiasa. Apalagi untuk hal-hal yang baik. Seperti hal yang biasa diabaikan seperti bersedekah. Mengaji. Dan membantu orang lain. untuk kita mungkin perbuatan itu hanyalah perbuatan biasa yang kita anggap semua orang pun bisa melakukannya.

padahal, perbuatan tersebut sejatinya tidak biasa dilakukan oleh orang yang tidak membiasakan diri untuk melakukan kebaikan-kebaikan tersebut.

memaksa untuk kebaikan memang boleh dan bahkan harus kita lakukan. untuk membentuk pribadi yang lebih baik kedepannya. hanya bagaimana caranya ? itulah yang perlu kita sesuaikan dengan setiap pribadi masing-masing. karena setiap orang berbeda. 

lalu bagaimana kaitannya dengan seorang anak? apakah setiap anak harus kita paksa dalam melakukan perbuatan baik ? tentu tidak kan.  anak itu bagaikan mesin fotocopy. mereka sangat mudah menirukan dan mencontoh apa yang mereka lihat. jadi cara terbaik adalah dengan memberikan contoh perbuatan seperti apa yang ingin kita tunjukan kepada mereka untuk di tiru. 

setiap anak itu unik. memiliki hati yang tulus dan sangat mudah mencontoh apa yang kita lakukan. aku sendiri tak jarang melihat anak sendiri mencontoh bukan hanya perbuatan baik. tapi juga perbuatan kurang baik yang kadang tak sengaja aku lakukan kepada mereka. seperti contohnya membentak dan marah-marah. 

untuk sebagian orang tua marah-marah dan membentak mungkin jadi sarapan dan lalapan hari-hari, karena terlalu rumitnya  keseharian di rumah kadang membuat ibu merasa stress dan mudah sekali melampiaskan itu dengan kemarahan kepada anak. 

tanpa kita sadari sebenarnya sang anak juga merekam mimik wajah, ucapan bahkan gerakan kita. kalau memiliki anak yang lebih dewasa mungkin mereka ketika kena marah orang tuanya bisa menyangkal atau menjawab kemarahan kita. tapi beda dengan anak balita. 

Ada beberapa kesalahan yang biasa dilakukan seorang ibu kepada anaknya
  • memaksa anak selalu menuruti apa yang kita mau. padahal setiap anak pun berhak dan bisa melakukan apa yang mereka ingin dan tidak ingin dilakukan. kita sebagai orang tua tidak bisa seenaknya mengatur mereka seperti robot. biarkan mereka dan kita tetap mengawasi dan menunjukan apa yang baik untuk mereka.
  • membandingkan anak kita dengan orang lain. ini pun terkadang tanpa disadari sering dilakukan oleh sang ibu. melihat anak orang lain selalu lebih baik dari anak sendiri. padahal setiap anak itu punya kecerdasannya masing-masing. seperti yang pernah aku tulis di artikel sebelumnya. buat yang penasaran silahkan di baca. agar kita tidak lagi membandingkan anak kita dengan yang lain.

semoga kita bisa menjadi orang tua yang bukan hanya sekedar memaksa anak kita melakukan kebaikan. tapi juga kita mampu memberikan contoh kebaikan untuk anak kita.
chairina bawazir
chairina bawazir Assalamu'alaikum Hello everyone ! Aku rina. Ibu 2 anak yang hobi berbagi cerita dan sharing seputar pengalaman.

3 komentar untuk "MEMAKSA DARI DUA SISI"

  1. Membandingkam anak kita dengan anak orang lain, ini nih yg kadang suka nggak sadar dilakuin sama orangtua.

    Karena anak keci kan juga punya perasaan. Tapi memang belum bisa protes atau marah.

    BalasHapus
  2. :(
    aku tumbuh besar dengan dibanding2in. bukan sama orangtua sih, tapi di keluarga besarku seperti itu. dan sampai sekarang dampak negatifnya masih terus terasa, aku cenderung gampang hilang percaya diri

    BalasHapus
  3. wah ini tuh kerasa banget deh mbaa, jujur aja dari sisi keluarga suamiku sih ini secara eksplisit nunjukin kalo dibanding-bandingin..kan sebel, ternyata dampaknya tuh berasa bgt

    BalasHapus

Berlangganan via Email