Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Muslimah yang Kaffah

Assalamu alaikum semua 😊

Berbekal kulwap yang saya dapatkan dari IIP ( institut Ibu Profesional ) tentang mantap berhijab, terbesitlah ide untuk menulis kan blog ini, tentang bagaimana kita seorang menjadi muslimah yang betul-betul kaffah.

Oia sebelumnya aku mau jelasin apa itu kaffah, biar kita samakan persepsi kita tentang ini, secara bahasa kaffah artinya keseluruhan. jadi dari makna ini kita bisa mengambil kesimpulan bahwa muslimah kaffah adalah muslimah yang sesungguhnya, muslimah yang benar-benar memegang teguh pendiriannya pada prinsip seorang muslimah. Hidup yang di dasarkan pada Al-Qur'an dan sunnah Nabi. bukan muslimah yang hanya srbagai label saja. Tapi kesehariannya tidak mencerminkan seorang muslimah. 

Sebagaimana dalam Qur'an surat Al-Baqoroh : 208
 Jadi, bagaimana agar kita bisa menjadi the real muslimah? tentunya berproses ya.

mari bersama-sama belajar menjadi seorang muslimah yang kaffah, bukah hanya luarnya saja,tapi juga dalam diri kita. 

Semua bisa kita mulai dari hal-hal kecil yang bisa kita lakukan. contoh ilustrasinya seperti ini.
Menurut pengalaman ku pribadi, menjadi muslimah itu tidak serta merta karena tinggal di lingkungan yang mayoritas muslim. 

atau karena tinggal di pesantren kita pasti menjadi muslimah. untuk sementara memang betul kita di tuntut untuk berpakaian layaknya muslimah pada umumnya.

tapi ketika keluar dari pesantren belum tentu juga kita menjadi muslimah sejati.

contohnya aku. aku dulu memang pernah bahkan lama tinggal di pesantren. tapi itu tidak membuat aku menjadi muslimah, mengapa ? 

Karena niat hati belum utuh untuk sungguh-sungguh ingin menjadi muslimah. bukan sekedar muslimah dalam berpakaian. tapi perbuatan pun demikian.

lingkungan memang berperan dalam hal ini, tapi hanya sebagian kecil kalau menurut ku, niat hati yang benar-benar tulus lah yang akan membuat kita istiqomah. di barengin dengan ikhtiar dan doa kita. 

perlahan tapi pasti kita bisa melangkah menuju lebih baik kedepannya, tidak serta merta langsung baik. 

Ketika kita menikmati proses perubahan diri menuju lebih baik, banyak sekali hikmah yang bisa kita ambil.

Allah selalu sayang loh sama kita sebagai  hambanya. Allah ingin kita menjadi hambanya yang bahagia dunia akhirat.

Dalam berproses tentunya tidak mungkin kita tidak mendapat ujian dan godaan, mengapa ? Karna itu lah yang akan membentuk kita menjadi seorang muslimah yang kaffah dan menjadi muslimah yang kuat. Maka, Ketika terasa berat bersabarlah, tetap melangkah walau perlahan.

Sebagaimana dalam Al-Qur'an  surat Al-Imron : 186
Semakin tinggi iman seseorang, semakin berat juga ujian yang Allah berikan.

dan yang perlu selalu kita ingat, Allah tidak akan membebani kita melebihi kadar kemampuan kita.

Semangat untuk kita semua. Semoga Allah mudahkan langkah kita dalam berproses menjadi pribadi-pribadi yang lebih baik.
Wassalamu'alaikum.
chairina bawazir
chairina bawazir Assalamu'alaikum Hello everyone ! Aku rina. Ibu 2 anak yang hobi berbagi cerita dan sharing seputar pengalaman.

22 komentar untuk "Muslimah yang Kaffah"

  1. Yup pastinya ujian itu akan selalu datang dalam kehidupan kita. Suka atau tidak. Ujian bagi orang beriman adalah hal yang patut disyukuri, karena Insya Allah akan naik kelas. Tanda Allah sayang kita. Semangat terus ya

    BalasHapus
  2. proses menuju kaffah inilah yang perlu diperhatikan, karena tentu tidak bisa kita berubah 100% dalam satu hari, pakaian mungkin bisa, tetapi karakter dan prinsip2 menuju muslimah kaffah tetap ada tahapannya...

    BalasHapus
  3. Masyaa Allah... Terima kasih banyak pengingatnya mbak. Harus memperkuat iman biar jadi muslimah yang kaffah. Alhamdulillah sekarang sudah banyak majelis ilmu offline dan online ya mbak..

    BalasHapus
    Balasan
    1. tapi walaupun banyak majelis ilmu offline dan online tetap harus dipilah pilah ya kak

      Hapus
  4. aku jadi rindu euy sama IIP, udah lama hiatus juga hehe.Menjadi muslimah kaffah itu tentu banyak tantangannya ya mbaa, semangat untuk terus melakukan kebaikan

    BalasHapus
  5. Terimakasih sharingnya mbak, reminder banget bagi saya yang memang lagi belajar.

    BalasHapus
  6. Masya Allah.. Semoga kita selalu menjadi muslimah yang istiqomah ya mbak Rin, aamiin..

    BalasHapus
  7. Kalau urusan ganti penampilan sih semua bisa ya, tapi kaffah ini yang beluk tentu semua sanggup. Semoga saya bisa disegerakan berhijrah

    BalasHapus
  8. Konsep IIP ternyata sampe sedetail ini yaaa. Good work!

    Saya sempat punya pengalaman ttg obrolan kaffah ini. Dulu pas kuliah lg ngobrol sama temen2 gitu, terus ada temen ngajak ke gunung, saya ayo2in aja. Eh, tiba-tiba satu temen nyeletuk dan bilang : jadi muslim yg kaffah donk!

    Wait, what kind of kaffah do you mean?
    Saya kira banyak perspektif ttg kaffah ini, hal itu juga bisa diperhatikan dari tataran pola hidup kita, apakah kita masih di bagian islam, iman, atau sudah ihsan,

    Membincang ini emang ga bisa kaca dengan kacamata telanjang sih. Tapi, semoga dengan niat yg senantiasa lurus dan selalu berupaya dengan baik, ketiganya bisa berjalan selaras. Aamiin

    BalasHapus
    Balasan
    1. aku ikut komen disini aja ya, hehehe. aku setuju sama pendapat teh ghina. kaffah itu masuk dalam tataran pola hidup, islam, iman, ihsan. saya juga sempet belajar soal ini sejak SMA dulu,terus kuliah di organisasi keagamaan. jadi sebetulnya khatam sama istilah ini,tapi.... khatam pun percuma karena implementasinya??? yah OTW sih, gak bisa sehari - sebulan - setahun - 10 tahun langsung kaffah. mungkin kaffah itu lebih ke proses juga ya. sama halnya kaya keimanan. kadang futur kadang lagi high. tetep perlu di siram.

      Hapus
  9. Menjadi kaffah itu prosesnya panjaaaaaang banget yaaa. Jangan sampai ketika sudah kaffah lalu kembali lagi turun satu tangga. Sayang banget. Dan yg kuliat banyak yg begini. Turun turun turuuuun sampai akhirnya balik lagi seperti titik asal. Naudzubillah

    BalasHapus
  10. perjalanan panjang menuju muslimah yang kaffah ya, mbak. semoga bisa terus istiqomah untuk sampai di sana nanti. aamiin

    BalasHapus
  11. wah mbak rina IIP juga? daerah mana mbak? slam kenal aku IP jakarta mbak. senang sekali ketemu sesama ipers hehe

    BalasHapus
  12. Hijrah itu emang banyak macam ya mba, salah satunya hijrah pakaian. Ini biasanya yg paling mudah diubah. Dibanding sifat atau sikap. Tapi itu salah satu cara jg sih, jadi pengingat agar diri selalu lebih baik. Makasih mba sharingnya

    BalasHapus
  13. Setuju, lingkungan bisa jadi punya pengaruh besar, tetapi setiap orang punya tantangannya sendiri. Ada yang berada dalam lingkungan yang memudahkan tetapi malah membuatnya terlena, ada juga yang justru bersemangat di tengah lingkungan yang tidak mendukung.

    BalasHapus
  14. Benar... kalo menurut ku hati juga lah yang sangat berpengaruh besar pada kemusliman kita, karena walo lingkungan mendukung tapi kalo hati belum terpanggil akan sulit juga untuk istiqomah, jadi memang memantapkan hati adalah hal mendasar

    BalasHapus
  15. Setuju nih. Aku termasuk gak pernah pesantren, cuma Alhamdulillah dipertemukan teman-teman yang baik pas kuliah diajak kajian. Banyak banget ternyata yang tidak aku tahu selama ini. Terus takdir membuat aku mengajar di sekolah semacam asrama Islam (pesantren modern). Banyak lagi yang kupelajari di sana. Intinya mau belajar dan menciba aplikasi terus. Semangaaaat πŸ’• barakallah

    BalasHapus

Berlangganan via Email