Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Tren #The New Normal. Bagaimana cara kita Bersikap ?


Assalamualaikum semua. Alhamdulillah beberapa hari lalu kita sudah melewati hari yang mulia. Hari kemenangan kita sebagai seorang muslim. Yaaaa Hari raya idul fitri.

Semua orang pasti merasakan perbedaan yang sangat signifikan pada tahun ini. Begitupun aku. 

Meski kini sudah mulai di terapkannya #The New Normal. Bukan berarti kita bisa seenaknya dalam bergaul ya. Bukan berarti kita tidak lagi menjaga batasan ataupun menjaga aturan dalam memcegah penyebaran covid-19 ini.

Memang #TheNewNormal ini sedang hangat sekali di perbincangankan dimana-mana. Termasuk di grup grup Whatsappku. Banyak sekali para ibu ( Whatsapp Grup ku rata-rata ibu-ibu semua yaa ) yang khawatir dan pro-kontra dalam penerapan #thenewnormal. di lingkungan sekolah terutama. 

Sekarang sudah mulai masuk pendaftaran sekolah dan kenaikan ya. Juli di prediksi mulai masuk lagi sekolah seperti biasa. 

Para ibu sangat khawatir akan ketidakmungkinannya menerapkan standar jaga jarak di sekolah. Terutama sekolah TK SD SMP. Setuju gak sih ?

Aku pribadi pun sebenarnya agak was-was ya kalau misalkan anak-anak harus tetap masuk sekolah di situasi pandemi seperti ini. 

Coba deh di bayangin. Mungkin ga anak kecil bisa nerapin jaga jarak dan pola hidup yang sesuai dengan aturan pemerintah ini. 

Menurutku sangat sulit kalau tidak benar-benar di awasi oleh guru ataupun yang berwenang di instansi sekolahan.

Memang yang kita tahu bahwa pandemi ini masih belum ada titik terangnya kan ya. Entah kapan pandemi ini benar-benar usai. Dan kita bisa hidup normal seperti sedia kala.

Pendapatku pribadi sih yaa ini. mungkin pemerintah mulai menerapkan #TheNewNormal ini karena mau tidak mau kan perekonomian tetap harus berjalan. Kalau tidak mulai di terapkan the new normal. Sampai kapan perekonomian kita akan berantakan seperti ini.

Apalagi buat para usahawan. Pasti berat banget situasi ini. Para usahawan menengah kebawah banyak sekali yang gulung tikar. Begitupun perusahaan raksasa. Tidak sedikit yang kewalahan untuk tetap tegak berdiri. Belum lagi usaha di sektor pariwisata pasti sangat berat kan.

Buat yang mulai sibuk beraktifitas lagi. Banyak sekali yang harus di perhatikan dalam menjalani the new normal ini. Berikut aku berikan screenshootnya.

Itulah yang tetap perlu di perhatikan. Bagaimana menurut kalian ? Bisa kah anak-anak juga menerapkan ini? Share yuk pendapat kalian di kolom komentar ya. Terima kasih.

Semoga semua cepat kembali normal ya. Kita tidak perlu lagi was-was saat keluar rumah, maupun pergi ke tempat-tempat umum. Aamiin 
chairina bawazir
chairina bawazir Assalamu'alaikum Hello everyone ! Aku rina. Ibu 2 anak yang hobi berbagi cerita dan sharing seputar pengalaman.

25 komentar untuk "Tren #The New Normal. Bagaimana cara kita Bersikap ?"

  1. aku pribadi sih berpendapat new normal kembali ke fitrah, kembali ke sunnah rasul, back to basic, jaga kesehatan masing-masing dan kebersihan

    BalasHapus
  2. Aku menyikapi new normal, masih wait and see. Tetap di rumah aja karena emang enggak kerja kantoran. nggak traveling dulu meski orang-orang udah pada pergi.

    BalasHapus
  3. Siap gak siap new normal emang harus kita hadapi sih, suamiku udah mulai masuk kerja juga dan harus rapid test dulu, nah yg masih dag dig dug itu kalo anakku disuruh masuk sekolahh, kyk blm yakin dia inget semua protokol kesehatan yg bundanya kasih tau

    BalasHapus
  4. Aku sependapat soal kenala pemerintah mulai berpikir soal new normal. Alasan utamanya ekonomi harus jalan. Menurutku memang harus ada batasnya ya cuma aku ini ngomong dari kacamata ibu yang anaknya belum sekolah. Kalo jadi ibu dengan anak sekolah akupun kayaknya maju mundur :')

    BalasHapus
  5. Aku berharap dengan adanya kebijakan ini, pasien yg terpapaer virus covid semakin berkurang dan bisa bnar2 hilang dari bumi kita. Dan semoga Allah memberikan kita jalan yg terbaik 😇

    BalasHapus
  6. Bismillah ya mbak, dengan tetap menjalankan protokol kesehatan serta menjalankan hal hal baik seperti yang selama ini dijalankan dari rumah seperti memakai masker dan rutin cuci tangan, InshaAllah kita menjalan new normal dengan baik

    BalasHapus
  7. Akupun masih yakin ga yakin. Tapi semoga penerapan new normal ini bener-bener bikin kita semua makin aware sama kesehatan dan kebersihan diri. Makin jaga pola hidup sehat juga. Semoga sehat-sehat terus yaa kita semua. Aamiiin.

    BalasHapus
  8. aq sih yakin anakku kurang mampu buat menerapkan protokol kesehatan makanya selama 3 bulan ini dia anteng dirumah aja, aq baru ajak pertama kali keluar rumah pas lebaran kemarin karena harus silaturahmi kerumah neneknya.

    mudah-mudahan segera berlalu pandemi ini, thanks infonya yah mba kepake banget nih karena jumat ini aq balik ke kantor

    BalasHapus
  9. Bismillah, semoga dengan adanya New Normal ini bisa bangkit lagi deh dan semoga covid19 segera teratasi. Btw, stay safe ya mbak🤗. Thank you for sharing.

    BalasHapus
  10. mudah-mudahan kondisi ini segera berlalu ya, kembali normal daj bisa beraktivitas tanpa rasa khawatir

    BalasHapus
  11. Menurutku, anak-anak lebih mudah menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat seperti himbauan selama corona SELAMA orang tua dan lingkungannya memberikan teladan yang baik.

    BalasHapus
  12. Klo anak2 tk dan Sd jujur kasian klo hrus kembali sekolah formal saat ini, new normal harusnya saat kurva penyebaran menurun, belum aja berlaku tpi orang2 dah kembali normal bukannya normal yg baru.

    BalasHapus
  13. Aku setuju gak setuju sih sama newnormal ini. Setujunya ya karna Indonesia membuat new normal ini harus dan istilahnya terpaksa terkait perekonomian yang semakin sulit dan masih banyak faktor lainnya, dan untuk tidak setujunya karena pandemi ini masih belum berakhir dan angka pengingkatan pasien covid-19 pun masih terus bertambah.

    BalasHapus
  14. Banyak hal yang harus sudah mulai dibiasakan ya sejak pandemi ini. Karena kehidupan harus tetap maju. Walopun pandemi belom berakhir. Ada beberapa yang sudah membiasa, dan ada juga yang baru. Semoga semua orang bisa beradaptasi dan patuh. Supaya pandemi lekas berakhir.

    BalasHapus
  15. Kalo aku karena masih bisa dirumah aja, jadi aku masih bertahan dirumah. Setuju sih untuk upaya perekonomian agar terus berjalan, tapi kalo denger curhatan dari para ibu yang anaknya harus kembali sekolah agak khawatir juga ya. Intinya kita harus mulai membiasakan diri menjaga kebersihan dll untuk menghadapi new normal ini ya

    BalasHapus
  16. New Normal, hmmm....kalau untuk anak usia 9 tahun ke bawah (Usia SD) masih belum yakin bisa diterapkan. Waau kita sudah briing berkali-kali ke anak kita. Masih nggak yakin. Banyak pertimbangan tentuya. hehe

    BalasHapus
  17. Aku paham banget kenapa pemerintah mengambil langkah ini, karena gimanapun juga ekonomi ga boleh terhenti, yang penting perkuat imun untuk jaga diri

    BalasHapus
  18. Sepertinya rumit langkah-langkah yang harus diambil tiap harinya, tapi memang protokol yang cukup panjang ini perlu dilakukan sih ya, demi mencegah penyebaran pandemi lebih meluas lagi. Semoga pandeminya lekas berlalu dan kita semua dilindungi ya, Mbak.

    BalasHapus
  19. New normal.. hmm jujur aku sendiri masih ga yakin kak. Tapi kita harus tetap mendukung usaha pemerintah yah. Semuanya demi kebaikan kita. Semoga kita bisa melalui nya dengan baik

    BalasHapus
  20. Mau tidak mau Kita dan pemerintah harus jalani fase new normal ini. Toh positifnya dengan begini manusia lebih menghargai kesehatan, menghargai hidupnya. Jadi pastikan ikuti protokol kesehatan agar Aman.

    BalasHapus
  21. Aku khawatir banget sih sama anak anak dalam masa New Normal. Pasti butuh banyak pendampingan dan pembiasaan. Kita tahu juga, orang dewasa aja banyak yang masih suka menyepelekan dan gak bener-bener bisa ikut aturan. Hffhht...Berat deh jadinya

    BalasHapus
  22. Kalo aku siap new normal karena memang butuh kehidupan normal yang gak terkekang kayak sekarang. Aku udah tau hal2 yang harus dipersiapkan jadi bismillah pasti kita bisa kembali ke era normal

    BalasHapus
  23. New Normal ini harus tetap dengan aturan protokol kesehatan ya jangan sampai diabaikan

    BalasHapus
  24. Semoga warga +62 nggak pada ndablek yaa.. hehe..

    BalasHapus
  25. sekarang di dalam tas lebih sering bawa masker cadangan, hand sanitizer
    kalau berada di tempat umum diusahakan nggak memegang benda-benda yang sering dipegang juga sama orang lain
    iya aku setuju mbak, kalau anak TK sepertinya agak susah kalau diterapkan aturan-aturan seperti layaknya orang dewasa, kecuali ya diawasi sama orang tua

    BalasHapus

Berlangganan via Email